Laman

28/07/12

Cara Kerja Kontaktor Listrik


Penggunaan kontaktor listrik dalam sistem kontrol maupun sistem pendistribusian listrik sangat banyak manfaatnya, terutama dalam membantu sistem kontrol listrik maupun aplikasi sistem. Dahulu kontaktor berukuran besar dikarenakan bekerja dalam range arus besar, dan saat ini mulai banyak di temukan kontaktor dalam ukurang kecil.Untuk kontaktor dibedakan dari jenis tegangan kerjanya (24 V, 32V , 220V dst)tegangan ini dibutuhkan untuk menggerakan Coil yang ada di dalam kontaktor. Kegunaan kontaktor ada yang digunakan untuk keperluan pengoprasian motor atau pun hanya di gunakan dalam rangkaian kontrol yang terdapat di dalam mesin-mesin industri. setiap kontaktor di lengkapai dengan kontak relay bantu (NO/Normaly Open/no.13-14) dan (NC/Normaly Close/no. 21-22)) selain kontak utama( 1-2, 3-4, 5-6), pada saat coil (no. A1-A2) kontaktor mendapatkan tegangan sehingga mengalirkan arus yang mengubah coil menjadi medan magnet dan menarik spul menekan kontaktor, sehingga yang awal posisinya terbuka menjadi tertutup begitu jugan degan relay pembantuan lainya.

Penggunaan kontaktor dalam waktu lama di butuhkan perawatan yang intensif mengingat peralatan tersebut selalu bergerak (Terbuka/ Tertutup) sehingga di takutkan dapat menyebabkan korosi, terdapat debu, karat pada bagian yang terbuka sehingga dapat menyebabkan percikan apai akibat debu atau pun meleleh pada material yang bergerak akibat panas yang tidak merata .

Disarankan untuk kontaktor dilakukan pembersihan dan kalo di perlukan di lakukan pengecekan yang bekala.





Mungkin anda baca juga